Nona Kemarau

by nonannisa

Saat ini ku tak peduli hujan belum turun meski sudah September, karena sudah ku rasakan kesejukan disetiap rekahan bibir kering yang mengakselerasikan ke senyum yang menggelegar.

Kemarau ini pun sudah tak ku hiraukan. Ada kesegaran dari gestur energik, karena geraknya melebihi kegiatan fotosintensis yang menghasilkan oksigen murni.

Pelangi pun terlihat, meski belum turun hujan, karena ada mata yang berbinar dan terbuka lebar saat berbicara.

Oh nona kemarau, basahilah hati yang retak seperti di sawah petak. Basuhlah jiwa yang sepi seperti bersuci dibalik batas suci, dengan asmara yang semoga tak kenal gersang.

Tulisan ini dari seseorang spesial.

nonannisa

Advertisements