nonannisa

nona annisa

Month: September, 2015

Wakil kepentingan

Sempat terlintas bangsa seperti apa Indonesia ini. Semua hal diburu demi kepentingan kantong sendiri. Wakil rakyat yang katanya menyerukan aspirasi rakyat hanyalah seonggoh jasad yang duduk di kursi, makan, bahkan terkadang tidak menyuarakan pendapatnya.

Mereka hanyalah alibi untuk dapat mengeruk pundi-pundi negara. Sepulang dari rapat, tak sering mereka lobi-melobi, lagi-lagi untuk mempertebal dompet kulit yang entah mungkin harganya melebihi gaji-gaji PNS pada umumnya.

Dunia politik memang dunia hitam, dunia pesta, dunia buta.

nonannisa

Nona Kemarau

Saat ini ku tak peduli hujan belum turun meski sudah September, karena sudah ku rasakan kesejukan disetiap rekahan bibir kering yang mengakselerasikan ke senyum yang menggelegar.

Kemarau ini pun sudah tak ku hiraukan. Ada kesegaran dari gestur energik, karena geraknya melebihi kegiatan fotosintensis yang menghasilkan oksigen murni.

Pelangi pun terlihat, meski belum turun hujan, karena ada mata yang berbinar dan terbuka lebar saat berbicara.

Oh nona kemarau, basahilah hati yang retak seperti di sawah petak. Basuhlah jiwa yang sepi seperti bersuci dibalik batas suci, dengan asmara yang semoga tak kenal gersang.

Tulisan ini dari seseorang spesial.

nonannisa

Hai pewarta

Semangat nulis beritanya, pembaca kamu sudah menunggu

nonannisa